Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana framing berita tentang Antasari Azhar dan SBY di Kompas.com dan Detik.com. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dasar penelitian ini adalah pendekatan analisis framing, dimana penelitian ini digunakan untuk melihat bagaimana media massa membingkai berita-berita yang mereka muat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Unit analisis (korpus) penelitian ini adalah berita yang terkait dengan konflik Antasari Azhar dan SBY dipilih masing-masing empat berita pada kompas.com dan detik.com berdasarkan keterkaitannya dengan judul berita dengan tema yang akan diteliti dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kompas.com cenderung membuat suatu konstruksi realitas dimana mereka mendukung kasus yang dilaporkan Antasari untuk segera diusut tuntas dengan lebih menonjolkan sisi positif dari laporan Antasari tersebut. Kompas.com mengonstruksikan beritanya dengan menampilkkan lamanya proses penyelidikan oleh Polri dalam menindaklanjuti laporan tersebut. Sementara detik.com membuat suatu konstruksi realitas dengan membentuk opini bahwa tidak benar adanya kriminalisasi dalam kasus Antasari Azhar, detik.com menggiring opini bahwa Antasari hanya mengada-ada. Hampir setiap berita selalu menyajikan fakta-fakta yang cenderung menyudutkan Antasari.

Keywords

Analisis Framing Media Online Konstruksi Realitas

Article Details

How to Cite
Gangga, M. I. (2018). Pembingkaian Berita Media Online Pada Kompas.Com Dan Detik.Com : (Pemberitaan Konflik Antasari Azhar dan Susilo Bambang Yudhoyono Periode Februari-Maret 2017) . Kinesik, 5(2), 51-67. https://doi.org/10.22487/ejk.v5i2.99