Implementation of Health Communication Behavior in Reducing Stunting
(Case Study at Biromaru Community Health Center)
DOI:
https://doi.org/10.22487/j.sochum.v10i1.3118Keywords:
Health communication, Stunting, Social and Behavioral Change Communication, SBCC, Social changesAbstract
This study aims to determine the implementation of health communication in changing community behavior implemented by the Biromaru Community Health Center in an effort to reduce stunting rates. This study used a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were obtained through in-depth interviews, observation, and documentation with relevant parties, such as the head of the community health center, nutrition officers, integrated health post (Posyandu) cadres, and the Biromaru District community. Data analysis was conducted interactively through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions based on the Miles and Huberman model. The results show that the implementation of health communication by the Biromaru Community Health Center through Social and Behavior Change Communication (SBCC) includes three main components: advocacy, social mobilization, and behavior change communication (education).
References
Agustina Harahap, R., & Eka Putra, F. (2019). Buku ajar komunikasi kesehatan (Edisi pertama). Prenadamedia Group.
Bajari, A. (2017). Metode penelitian komunikasi: Prosedur, tren, dan etika. Simbiosa Rekatama Media.
Bungin, B. (2007). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Prenadamedia Group.
Fauziah, J., Trisnawati, K. D., Rini, K. P. S., & Putri, S. U. (2023). Stunting: Penyebab, gejala, dan pencegahan. Jurnal Parenting dan Anak, 1(2), 11.
Fitrah, M., & Luthfiyah. (2017). Metodologi penelitian: Penelitian kualitatif, tindakan kelas, dan studi kasus. CV Jejak.
Fitrauni, R., Muchlis, Nurmiati, & Arman. (2022). Strategi percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Sigi. Jurnal Kesehatan, 3(4), 193-209.
Haro, M. (2022). Komunikasi kesehatan (M. S. S. A. Rayhaniah, Ed.). CV Media Sains Indonesia.
Hellosehat. (2025, Juni 17). Stunting. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Herlina, S., Boer, R. F., Fasadena, N. S., Kede, A., Kahfi, M. A. M., & Deryansyah, A. D. (2006). Pengantar ilmu komunikasi. Basya Media Utama.
Kemenkes. (2021, Juni 14). Stunting.
Liliweri, A. (2009). Dasar-dasar komunikasi kesehatan (Edisi ke-3). Pustaka Pelajar.
Maryuni, L., Handayani, H., & Trustisari, M. (2024). BUTATING: Buku pintar cegah Stunting (M. K. Widi Arti, Ed.). BFS Medika.
Moleong, L. J. (2014). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Muri, A. Y. (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Kencana.
Nurmalita Sari, M. H., Hasnidar, L., Pakpahan, M., Mahawati, E., Marpaung, Y. M. N., Ani, V. N. M., Susanty, D., Yanti, C. A., & Yunianto, A. E. (2020). Dasar-dasar komunikasi kesehatan (pp. 1-152).
Olih Solihin, M., & Sari, I. U. (2022). Kerangka kerja Social Behavior and Change Communication (SBCC) pada komunikasi kesehatan. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 2(4), 23-39.
Pemerintah Kabupaten Sigi. (2021). Peraturan Bupati Sigi Nomor 440-017 Tahun 2021 tentang Tim Intervensi Upaya Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Sigi.
Pemerintah RI. (2024). Percepatan penurunan Stunting.
Prehatiningtias, E. T., Yonifasari, C. D., Rahmawati, E., Stefani, A. V., & Auliasari, I. N. (2023). Edukasi Stunting pada masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi Stunting di Desa Tegalombo. Jurnal Bina Desa, 5(3), 378-383.
Rachma, et al. (2023). Efikasi pelatihan komunikasi antar pribadi (KAP) kepada tenaga kesehatan sebagai upaya perubahan perilaku terkait Stunting. Media Gizi Kesmas, 12(1), 410-416.
Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2018). Stunting dan upaya pencegahannya (S. K. Hadianor, Ed.). CV Mine.
Rahmadi. (2011). Pengantar metodologi penelitian. Antasari Press.
Ramli, Y. S. P. A., Hadawiah, R. B., Pangaribuan, A. R., Gani, Y. A., Yusriani, H. A., & Hidayah, Z. N. (2022). Komunikasi kesehatan.
Rinaldi, B. (2017). Metodologi penelitian dan statistik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Samsuddin. (2023). Stunting. CV Eureka Media Aksara.
Satori, D., Riduwan, & Komariah, A. (2014). Metodologi penelitian kualitatif. Alfabeta.
Satriawan, E. (2018). Strategi nasional percepatan pencegahan Stunting 2018-2024. Bappenas.
Sikumbang, A. T. (2017). Teori komunikasi: Pendekatan, kerangka analisis dan perspektif. Analytica Islamica, 6(1), 77-85.
Siringoringo, E. T., Syauqy, A., Panunggal, B., Purwanti, R., & Widyastuti, N. (2020). Karakteristik keluarga dan tingkat kecukupan asupan zat gizi sebagai faktor risiko kejadian Stunting pada baduta. Journal of Nutrition College, 9(1), 154-162.
Subagyo, J. (2011). Metode penelitian dalam teori dan praktik. PT Rineka Cipta.
Sugiyono. (2017). Memahami penelitian kualitatif: Tindakan kelas & studi kasus. CV Jejak.
Sukma, I. T. (2019). Kabupaten Karanganyar dalam menekan angka Stunting.
Sumartini, E. (2020). Studi literatur: Dampak Stunting terhadap kemampuan kognitif anak. Jurnal Seminar Nasional, 2(1), 127-134.
Sumper Mulia Harahap, S. M. A., Sri Rizki, J. W., & Siregar, E. Z. (2021). Strategi komunikasi organisasi. Prenadamedia Group.
Sutriyawan, A., & Nadhira, C. C. (2020). Kejadian Stunting pada balita di UPT Puskesmas Citarip Kota Bandung. Jurnal KESMAS Khatulistiwa, 7(2), 79-88.
Suyanto, B. (2013). Masalah sosial anak. Kencana.
Usman, H., & Akbar, P. S. (2017). Metode penelitian sosial. PT Bumi Aksara.
Wirdayanti, T., & Rahayu, B. A. (2024). Buku saku sebagai media edukasi remaja cegah Stunting. Jurnal Edukasi Remaja, 6(3), 102-111.
World Health Organization. (2020). Levels and trends in child malnutrition. UNICEF/WHO/World Bank Group.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mohamad Zikri Alhaddad, Fitriani Puspa Ningsih, Ahmad Fauzan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

