Strategi Pengembangan Objek Wisata  Patung Palindo Di Desa Kolori Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.22487/agdqye35

Kata Kunci:

Strategi, Objek Wisata, Pengembangan SDM, Proses Sistematis, Partisipasi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan yang terjadi pada objek wisata patung palindo dan untuk mengetahui strategi dalam pengembangan objek wisata patung palindo. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan model teori Pengembangan (Hasibuan 2005) yang mencakup Pengembangan Sumber Daya Manusia, Peningkatan Kinerja, Proses Sistematis, Partisipasi Aktif dan Evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, yang mencakup data primer maupun sekunder. Hasil penelitian menunjukan pengembangan yang terjadi pada objek wisata patung palindo belum maksimal dikarenakan kurangnya sumber daya manusia dalam pengelolaan, sarana dan prasaran yang belum memadai, kurangnya partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan, pengelolaan tidak terstruktur, promosi wisata yang masih kurang, anggaran yang membatasi pengelolaan dan pemerintah daerah yang belum efisien dalam menjalankan kebijakan pada program pariwisata. Berdasarkan temuan tersebut, pemerintah daerah, masyarakat dan pengelola diharapkan lebih memperhatikan hal ini dan dapat melakukan strategi pengembangan pada objek wisata yang lebih baik kedepannya. Strategi agresif (pertumbuhan) adalah strategi yang paling baik dan cocok untuk melakukan pengembangan objek wisata Patung Palindo.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-02

Cara Mengutip

Strategi Pengembangan Objek Wisata  Patung Palindo Di Desa Kolori Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso. (2026). JPS: Journal of Publicness Studies, 3(1), 99-110. https://doi.org/10.22487/agdqye35

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama