Implementasi Kebijakan Kawasan Pangan Nusantara Di Desa Talaga Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala
plugins.themes.academic_pro.article.main6a06ee52d6d27
Abstrak
Penelitian ini berfungsi untuk menelaaan penerapan kebijakan Kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul dalam proses penerapannya. Studi ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, serta mengacu pada kerangka analisis Jan Merse yang menitikberatkan pada aspek informasi, isi kebijakan, dukungan masyarakat, dan pembagian potensi. Hasil temuan mengindikasikan bahwa penerapan program KPN belum berjalan secara optimal. Hingga akhir tahun 2025, luas lahan yang berhasil dikembangkan baru mencapai sekitar 185 hektare dari target 400 hektare. Sosialisasi program telah dilakukan, namun penyebaran informasi belum menjangkau seluruh dusun secara merata. Dari sisi substansi, kebijakan dinilai telah selaras dengan potensi lokal, meskipun peran masyarakat masih cenderung terbatas sebagai pelaksana. Dukungan masyarakat tergolong cukup baik karena adanya manfaat yang dirasakan secara langsung, walaupun sebagian masyarakat masih memiliki kekhawatiran terhadap dampak lingkungan. Sementara itu, distribusi potensi sumber daya telah dilakukan, namun belum merata dan pemanfaatan lahan masih menghadapi berbagai hambatan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat ditegaskan bahwa pemerataan akses informasi, peningkatan partisipasi masyarakat, penguatan dukungan teknis secara berkelanjutan, serta sinergi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendorong efektivitas dan keberlanjutan pelaksanaan program KPN di Desa Talaga.