Efektivitas Program Penurunan Angka Stunting Di Desa Kalola Kecamatan Bambalamotu  Kabupaten Pasangkayu

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.22487/0x9ew150

Kata Kunci:

Efektivitas Program, Stunting, Kesehatan Masyarakat, Partisipasi Masyarakat

Abstrak

Stunting sebagai salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan pembangunan kesehatan di Indonesia karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pemerintah telah melaksanakan berbagai program percepatan penurunan stunting melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif yang melibatkan berbagai tingkatan pemerintahan. Namun, efektivitas pelaksanaan program tersebut masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada wilayah dengan karakteristik sosial dan budaya yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Program Penurunan Angka Stunting di Desa Kalola, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap enam informan yang terdiri atas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu, Kepala Desa Kalola, Kepala Puskesmas, tokoh masyarakat, dan Ketua PKK. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program penurunan stunting di Desa Kalola belum sepenuhnya tercapai. Berdasarkan lima indikator efektivitas, hanya indikator keberhasilan sasaran yang dapat dikategorikan efektif karena bantuan dan intervensi telah diberikan kepada kelompok yang tepat sesuai data balita stunting. Indikator keberhasilan program, kepuasan terhadap program, tingkat input dan output, serta pencapaian tujuan menyeluruh masih belum optimal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan penyuluhan dan pemulihan, terbatasnya pemahaman mengenai pentingnya gizi dan perilaku hidup sehat, serta masih kuatnya pola hidup tradisional pada sebagian masyarakat. Selain itu, prevalensi stunting di Desa Kalola menunjukkan tren yang belum stabil, yaitu 26,86% pada tahun 2022, menurun menjadi 25,08% pada tahun 2023, namun kembali meningkat menjadi 27,43% pada tahun 2024. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi, peningkatan keterlibatan masyarakat, serta koordinasi lintas sektor yang lebih intensif agar tujuan penurunan stunting dapat tercapai secara berkelanjutan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-02

Cara Mengutip

Efektivitas Program Penurunan Angka Stunting Di Desa Kalola Kecamatan Bambalamotu  Kabupaten Pasangkayu. (2026). JPS: Journal of Publicness Studies, 3(1), 111-124. https://doi.org/10.22487/0x9ew150

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>